IKHTIAR DAN BERDO'A SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TAKDIR


IKHTIAR DAN BERDO’A SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TAKDIR

  1. IKHTIAR

Ikhtiar adalah usaha manusia untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan. Walaupun segala sesuatu yang terjadi didunia ini telah ditetapkan oleh Allah SWT, Allah tidakakan menyia-nyiakan segala usaha manusia sebagai bentuk ikhtiar yang memberi kesempatan dan kebebasan manusia untuk menentukan nasibnya sendiri. Kewajiban berikhtiar ini telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis. “Suatu ketika nabi didatangi oleh seorang Arab Badui yang menunggang sebuah unta. Setelah sampai, ia turun dari untanya dan langsung menghadap Rasul tanpa terlebih dahulu menggikat untanya. Nabi menegur orang tersebut, kemudian orang Badui itu berkata, “biarlah saya bertawakal kepada Allah.” Nabi bersabda, “ikatlah untamu, setelah itu bertawakallah kepada Allah.”

Dari riwayat tersebut jelaslah, meskipun Allah menentukan segala sesuatu, manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita. Oleh sebab itu, kita harus berikhtiar (berusaha). Sebagai contoh: apabila ingin pandai, kita harus belajardengan sungguh-sungguh. Bila ingin kaya, kita harus bekerja tekun. Disamping itu, ikhtiar juga harus ditopang oleh kekuatan doa. Berdoa mengandung  pengertian permohonan pertolongan kepada Allah atas segala sesuatu. Berdoa tidak saja di kala ditimpa musibah, melainkan dalam keadaan segar dan sehat. Dengan berdoa, kita mengembalikan segala urusan kita kepada Allah. Dengan demikian, apa yang akan terjadi pada diri kita akan kita terima dengan  rida dan ikhlas. Mengenai hubungan antara qhada dan qadar dengan ikhtiar takdir dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:

  1. Takdir Mu’allaq, yakni takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia, takdir ketergantungan. Maksudnya, takdir yang masih dapat  diubah bergantung pada ikhtiar (usaha) manusia. Contoh, seorang ingin menjadi dokter, maka ia harus giat sekolah dengan belajar yang tekun sesuai dengan jurusannya.
  2. Takdir Mubram, yakni takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat ditawar-tawar lagi. Contohnya tentang kematian, kelahiran, jenis kelamin, banyak sedikitnya rezeki, dan sebagainya.

                                                        


       B. TAWAKAL

Tawakal adalah berserah diri kepada Allah SWT setelah berusaha. Tawakal bukan berarti pasrah terhadap keadaan serta tidak mau berusaha lagi, tetapi tawakal itu berarti kita telah melakukan suatu usahayang maksimal. Adapun hasil yang akan kita peroleh, namun semuanya di serahkan kepada Allah SWT, karena Allah-lah yang mengatur semua rezeki manusia. Tawakal dalam ajaran islam bukan suatu pelarian bagi orang-orang yang gagal usahanya, tetapi tawakal itu adalah tempat kembalinya segala usaha, tawakal bukan berarti menyerah atau pasrah tanpa usaha, tetapi menyerahkan diri pada Allah SWT itu pertanda taat kepada-Nya setelah berusaha. Jika pasrah itu merupakan sifat malas dan putus asa, jelas dilarang oleh Allah SWT.

Tawakal bukanlah menanti nasib sambil berpangku tangan, tetapi berusaha sekuat tenaga dan setelah itu baru berserah diri kepada Allah SWT, misalnya ingin lulus ujian, setelah tekun dan giat belajar, setelah itu diserahkan kepada Allah SWT sambil berdoa agar lulus. Kewajiban berusaha adalah perintah Allah SWT dan hasilnya ditentukan oleh Allah SWT.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERCOBAAN LAMPU LAVA SEDERHANA

PRINSIP PEMILIHAN MATERI PEMBELAJARAN

MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI ALAT BANTU DAN SUMBER BELAJAR