IKHTIAR DAN BERDO'A SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TAKDIR
IKHTIAR DAN BERDO’A SERTA
HUBUNGANNYA DENGAN TAKDIR
- IKHTIAR
Ikhtiar adalah usaha manusia untuk
memperoleh sesuatu yang diinginkan. Walaupun segala sesuatu yang terjadi
didunia ini telah ditetapkan oleh Allah SWT, Allah tidakakan menyia-nyiakan
segala usaha manusia sebagai bentuk ikhtiar yang memberi kesempatan dan
kebebasan manusia untuk menentukan nasibnya sendiri. Kewajiban berikhtiar ini
telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis. “Suatu ketika nabi
didatangi oleh seorang Arab Badui yang menunggang sebuah unta. Setelah sampai,
ia turun dari untanya dan langsung menghadap Rasul tanpa terlebih dahulu
menggikat untanya. Nabi menegur orang tersebut, kemudian orang Badui itu
berkata, “biarlah saya bertawakal kepada Allah.” Nabi bersabda, “ikatlah
untamu, setelah itu bertawakallah kepada Allah.”
Dari riwayat tersebut jelaslah, meskipun
Allah menentukan segala sesuatu, manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita. Oleh sebab itu, kita
harus berikhtiar (berusaha). Sebagai contoh: apabila ingin pandai, kita harus
belajardengan sungguh-sungguh. Bila ingin kaya, kita harus bekerja tekun. Disamping
itu, ikhtiar juga harus ditopang oleh kekuatan doa. Berdoa mengandung pengertian permohonan pertolongan kepada
Allah atas segala sesuatu. Berdoa tidak saja di kala ditimpa musibah, melainkan
dalam keadaan segar dan sehat. Dengan berdoa, kita mengembalikan segala urusan
kita kepada Allah. Dengan demikian, apa yang akan terjadi pada diri kita akan
kita terima dengan rida dan ikhlas. Mengenai
hubungan antara qhada dan qadar dengan ikhtiar takdir dapat dibagi menjadi dua
macam yaitu:
- Takdir Mu’allaq, yakni takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia, takdir ketergantungan. Maksudnya, takdir yang masih dapat diubah bergantung pada ikhtiar (usaha) manusia. Contoh, seorang ingin menjadi dokter, maka ia harus giat sekolah dengan belajar yang tekun sesuai dengan jurusannya.
- Takdir Mubram, yakni takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat ditawar-tawar lagi. Contohnya tentang kematian, kelahiran, jenis kelamin, banyak sedikitnya rezeki, dan sebagainya.
Tawakal adalah berserah diri kepada
Allah SWT setelah berusaha. Tawakal bukan berarti pasrah terhadap keadaan serta
tidak mau berusaha lagi, tetapi tawakal itu berarti kita telah melakukan suatu usahayang
maksimal. Adapun hasil yang akan kita peroleh, namun semuanya di serahkan
kepada Allah SWT, karena Allah-lah yang mengatur semua rezeki manusia. Tawakal
dalam ajaran islam bukan suatu pelarian bagi orang-orang yang gagal usahanya,
tetapi tawakal itu adalah tempat kembalinya segala usaha, tawakal bukan berarti
menyerah atau pasrah tanpa usaha, tetapi menyerahkan diri pada Allah SWT itu
pertanda taat kepada-Nya setelah berusaha. Jika pasrah itu merupakan sifat
malas dan putus asa, jelas dilarang oleh Allah SWT.
Tawakal bukanlah menanti nasib sambil
berpangku tangan, tetapi berusaha sekuat tenaga dan setelah itu baru berserah
diri kepada Allah SWT, misalnya ingin lulus ujian, setelah tekun dan giat
belajar, setelah itu diserahkan kepada Allah SWT sambil berdoa agar lulus.
Kewajiban berusaha adalah perintah Allah SWT dan hasilnya ditentukan oleh Allah
SWT.
Komentar
Posting Komentar